Citarasa tradisional Jogja
Peyek Mbah Ibu
Sugeng Rawuh
Warisan Kuliner Peyek Mbah Ibu Jogja
Titik Awal – Mewarisi Rasa, Merawat Tradisi di Dapur Brintikan
Perjalanan ini tidak dimulai di atas meja ruang rapat yang rapi dengan pendingin ruangan, bukan pula dari coretan rencana bisnis di atas kertas komputer yang canggih. Kisah ini dimulai dari sebuah sudut sederhana di Brintikan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman. Sebuah kawasan yang tidak hanya dikenal dengan warisan sejarahnya yang megah, tetapi juga menjadi tempat di mana aroma dapur tradisional selalu terjaga dari generasi ke generasi. Di sinilah, di bawah atap dapur yang menyimpan jejak jelaga dan kehangatan, Peyek Mbah Ibu pertama kali menemukan denyut nadinya.
Bagi kami, ingatan masa kecil selalu berkelindan dengan bunyi minyak panas yang berdesis di atas wajan besi besar. Ada ritme yang konisisten saat sendok adonan dituangkan dengan perlahan di tepian wajan, membentuk lembaran-lembaran tipis yang perlahan mengeras dan melepaskan aroma ketumbar, kemiri, serta irisan daun jeruk yang segar. Aroma itu bukan sekadar penanda bahwa proses produksi sedang berlangsung; itu adalah aroma rumah. Sesuatu yang mengikat memori, menghidupkan kembali kehangatan keluarga, dan menegaskan sebuah identitas yang kami sebut sebagai “Citarasa Djawa.”
.
Peyek Kacang Mete
Rasakan Paduan Gurih & Manis Peyek Kacang Mete
Kunjungi Kami
Etalase Peyek Mbah Ibu
Cita Rasa Peyek Tradisional yang Khas & Ngangenin
Peyek Kriuk Mbah Ibu
Menjadi Bagian dari Peradaban Baru Yogyakarta
Yogyakarta bukan sebuah kota yang statis. Saat ini, Jogja sedang bergerak cepat menyongsong sebuah era peradaban baru—sebuah masa di mana modernitas infrastruktur berjalan beriringan dengan pelestarian nilai-nilai budaya dan penguatan sumbu filosofis yang telah diakui dunia. Kota ini dipenuhi oleh anak-anak muda kreatif, industri kopi gelombang ketiga (third-wave coffee shop) yang tumbuh subur di setiap sudut gang, serta ekosistem digital yang terus berkembang.
Peyek Mbah Ibu tidak ingin menjadi penonton pasif di pinggir jalan saat kota ini bertransformasi. Kami ingin menjadi bagian aktif di dalam peradaban baru tersebut. Menjadi bagian dari peradaban baru berarti mampu membawa produk masa lalu (tradisional) untuk bisa relevan dan diterima oleh gaya hidup masa kini tanpa kehilangan ruh aslinya.
ADDRESS
Brintikan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman Jogja
PHONE
+62 878-1216-0748
rempeyekmbahibu@gmail.com
OPENING HOURS
Senin – Minggu
08.00 – 18.00
