History Peyek Mbah ibu

Perjalanan ini tidak dimulai di atas meja ruang rapat yang rapi dengan pendingin ruangan, bukan pula dari coretan rencana bisnis di atas kertas komputer yang canggih. Kisah ini dimulai dari sebuah sudut sederhana di Brintikan, Tirtomartani, Kalasan, Sleman. Sebuah kawasan yang tidak hanya dikenal dengan warisan sejarahnya yang megah, tetapi juga menjadi tempat di mana aroma dapur tradisional selalu terjaga dari generasi ke generasi. Di sinilah, di bawah atap dapur yang menyimpan jejak jelaga dan kehangatan, Peyek Mbah Ibu pertama kali menemukan denyut nadinya.

peyek mbah ibu oleh oleh khas jogja
peyek kacang

Titik Awal – Mewarisi Rasa, Merawat Tradisi di Dapur Brintikan

Bagi kami, ingatan masa kecil selalu berkelindan dengan bunyi minyak panas yang berdesis di atas wajan besi besar. Ada ritme yang konisisten saat sendok adonan dituangkan dengan perlahan di tepian wajan, membentuk lembaran-lembaran tipis yang perlahan mengeras dan melepaskan aroma ketumbar, kemiri, serta irisan daun jeruk yang segar. Aroma itu bukan sekadar penanda bahwa proses produksi sedang berlangsung; itu adalah aroma rumah. Sesuatu yang mengikat memori, menghidupkan kembali kehangatan keluarga, dan menegaskan sebuah identitas yang kami sebut sebagai “Citarasa Djawa.”

We are a unique mix of people who love juice

Tiana Shelton

Founding Partner

Eryk Buallock

Founder and Manager

Caloe Austin

Juice Expert

Ayden Neale

Juice Expert

hampers lebaran peyek mbah ibu

Lebih dari Sekadar Kriuk: Filosofi di Balik Makanan Pendamping

Scroll to Top